Bagaimana
aku empat tahun kedepan ?? :D
Dilahirkan sebagai anak kedua jadi kedua orang tua memberikan saya
nama dwi, dan lengkapnya Tyas Dwi Lestari. Karena waktu dulu kelahiran saya
tidak diharapkan, karena usia anak pertama yang masih dua tahun membuat ibu
saya khawatir nanti tidak bisa menghidupi anak-anaknya sebab saya terlahir dari
keluarga sederhana. Kakak saya sendiri selisih umur dua tahun dengan saya. Dan
saya juga mempunyai adik angkat yang sekarang masih berumur 9 tahun atau
sekarang masih duduk dibangku sekolah dasar kelas tiga. Sejak kecil sudah di
asuh ibu saya dan setelah om saya meninggal anak itu beralih menjadi anak
ketiga ibu saya. Jadi dalam tiga bersaudara sayalah anak perempuan mereka maka
dalam keluargalah saya yang sering dituruti dalam meminta sesuatu. Karena saya
mempunyai kepribadian yang manja dan cenggeng.
Mulai masa saya masih duduk dibangku taman kanak-kanak saya sudah
dirawat oleh nenek saya, karena ayah dan ibu seorang pedagang ikan keliling
jadi mulai shubuh orang tua saya sudah berjualan dan baru pulang jam setengah 7
pagi untuk mengantarkan saya ke sekolah
dan setelah sampai disekolah saya ditinggal pulang tidak seperti
anak-anak yang lain dijaga sampai selesai sekolah. Saat pulang pun saya
berjalan kaki sendiri, apabila ada orang menawarkan tumpangan saya tidak mau
karena pesan ibu tidak boleh menerima tawaran orang yang tidak dikenal. Setelah
lulus TK saya disekolahkan di SDN panderejo gempol meskipun saya lahir dan
tinggal disidoarjo tetapi mulai dari TK saya bersekolah di kabupaten pasuruan.
Saat SD saya sudah bercita-cita ingin menjadi polwan karena dalam
pemikiran saya tugas polwan sangatlah mudah, hanya mengatur jalan dan meminta
uang kepada mereka yang tidak menggunakan helm. Nama panggilan yang asalnya dwi
berganti menjadi tyas. Mungkin karena nama depan saya tyas. Suatu kejadian yang
tidak terduga, entah apa yang membuat saya mempunyai sifat pemberani dan jahat
(judes) sehingga pada waktu kelas 3 saya sempat memukul teman sebangku saya
sampai bengkak, bahkan orang tuanya sempat tidak terima dengan perlakuan saya
akhirnya mereka melaporkan saya langsung ke orang tua saya, sampai akhirnya
teman saya dipindah sekolah oleh orang tuanya. Sejak kejadian itu saya menjadi
takut tidak punya teman tetapi kejadian itu tidak terjadi karena sedikit demi
sedikit saya menghilangkan sifat tersebut. Pada saat saya SD orang tua saya
memberikan pendidikan yang layak kepada saya meskipun kehidupan mereka yang
sederhana. Bukan hanya sekolah tetapi juga mendaftarkan saya di bimbingan
belajar umum, bimbingan belajar komputer dan memberikan pendidikan keagamaan di
TPQ di desa saya.
Masa SMP saya sempat menjadi permasalahan di dalam keluarga, karena
apa yang saya inginkan menentang apa yang di inginkan ibu saya. Kedua orang tua
saya ingin saya belajar di pondok pesantren tetapi saya ingin belajar di
sekolah umum. Berkepribadian manja dan cenggeng membuat orang tua mengalah dan
akhirnya mengijinkan saya untuk tetap bersekolah disekolah umum. Karena mereka
yakin apa yang saya pilih baik untuk diri saya sendiri, selama apa yang saya
pilih itu dipandang baik oleh kedua orang tua saya. Meskipun sebenarnya orang
tua saya tidak mengijinkan saya bersekolah di SMPN 1 BANGIL PASURUAN, karena
letak sekolah dan tempat saya tinggal cukup jauh sekitar 10km ditempuh dengan
angkutan umum yang ada. Saat SMP juga cita-cita saya berganti ingin menjadi
seorang perawat, sudah berbeda dengan SD yang ingin menjadi polisi. Tiga tahun
sudah berjalan dan saya sudah mendapatkan ijazah SMP
Pada waktu itu saya ingin beralih mengenyam pendidikan di daerah
sidoarjo, yaitu di SMAN 1 Porong tetapi saya tidak diterima dan akhirnya saya
diam-diam tanpa sepengetahuan orang tua mendaftarkan diri ke SMAN 4 kota
Pasuruan. Alhamdulillah saya diterima. Orang tua sempat kaget tetapi mereka
mengijinkan dengan satu pesan kepada saya tidak boleh mengeluh karena semakin jauh lokasi sekolah dengan tempat
tinggal saya. Kelas 10 dan sampai kelas 11 semester 1 saya menempuh perjalanan
dengan menggunakan bis. Setiap harinya saya berangkat jam 05.30 dan sampai sana
jam 06.30. pada saya duduk dibangku kelas 11 semester 2 saya sudah diijinkan
untuk menggunakan sepeda motor. Pada saat SMA
cita-cita saya sudah berganti lagi ingin menjadi guru karena ibu saya
yang suka dengan anak-anak tetangga dan setiap harinya banyak anak kecil
bermain dirumah membuat saya termotivasi apabila saya menjadi seorang guru dan
saya membuka sebuah bimbingan belajar dirumah mungkin bukan hanya tugas saya
yang mulia tetapi orang tua saya juga senang melihat rumahnya dipenuhi
anak-anak kecil.
Saat saya lulus SMA saya akhirnya menuruti kemauan orang tua saya
untuk kuliah di sebuah perguruan tinggi islam, tetapi karena saya juga ingin
merubah diri menjadi lebih baik bukan hanya mengenyam pendidikan di sekolah
umum saja tetapi ingin juga belajar di sekolah keislaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar