Kamis, 19 Desember 2013



        

Bagaimana aku empat tahun kedepan ?? :D

Dilahirkan sebagai anak kedua jadi kedua orang tua memberikan saya nama dwi, dan lengkapnya Tyas Dwi Lestari. Karena waktu dulu kelahiran saya tidak diharapkan, karena usia anak pertama yang masih dua tahun membuat ibu saya khawatir nanti tidak bisa menghidupi anak-anaknya sebab saya terlahir dari keluarga sederhana. Kakak saya sendiri selisih umur dua tahun dengan saya. Dan saya juga mempunyai adik angkat yang sekarang masih berumur 9 tahun atau sekarang masih duduk dibangku sekolah dasar kelas tiga. Sejak kecil sudah di asuh ibu saya dan setelah om saya meninggal anak itu beralih menjadi anak ketiga ibu saya. Jadi dalam tiga bersaudara sayalah anak perempuan mereka maka dalam keluargalah saya yang sering dituruti dalam meminta sesuatu. Karena saya mempunyai kepribadian yang manja dan cenggeng.
Mulai masa saya masih duduk dibangku taman kanak-kanak saya sudah dirawat oleh nenek saya, karena ayah dan ibu seorang pedagang ikan keliling jadi mulai shubuh orang tua saya sudah berjualan dan baru pulang jam setengah 7 pagi untuk mengantarkan saya ke sekolah  dan setelah sampai disekolah saya ditinggal pulang tidak seperti anak-anak yang lain dijaga sampai selesai sekolah. Saat pulang pun saya berjalan kaki sendiri, apabila ada orang menawarkan tumpangan saya tidak mau karena pesan ibu tidak boleh menerima tawaran orang yang tidak dikenal. Setelah lulus TK saya disekolahkan di SDN panderejo gempol meskipun saya lahir dan tinggal disidoarjo tetapi mulai dari TK saya bersekolah di kabupaten pasuruan.
Saat SD saya sudah bercita-cita ingin menjadi polwan karena dalam pemikiran saya tugas polwan sangatlah mudah, hanya mengatur jalan dan meminta uang kepada mereka yang tidak menggunakan helm. Nama panggilan yang asalnya dwi berganti menjadi tyas. Mungkin karena nama depan saya tyas. Suatu kejadian yang tidak terduga, entah apa yang membuat saya mempunyai sifat pemberani dan jahat (judes) sehingga pada waktu kelas 3 saya sempat memukul teman sebangku saya sampai bengkak, bahkan orang tuanya sempat tidak terima dengan perlakuan saya akhirnya mereka melaporkan saya langsung ke orang tua saya, sampai akhirnya teman saya dipindah sekolah oleh orang tuanya. Sejak kejadian itu saya menjadi takut tidak punya teman tetapi kejadian itu tidak terjadi karena sedikit demi sedikit saya menghilangkan sifat tersebut. Pada saat saya SD orang tua saya memberikan pendidikan yang layak kepada saya meskipun kehidupan mereka yang sederhana. Bukan hanya sekolah tetapi juga mendaftarkan saya di bimbingan belajar umum, bimbingan belajar komputer dan memberikan pendidikan keagamaan di TPQ di desa saya.
Masa SMP saya sempat menjadi permasalahan di dalam keluarga, karena apa yang saya inginkan menentang apa yang di inginkan ibu saya. Kedua orang tua saya ingin saya belajar di pondok pesantren tetapi saya ingin belajar di sekolah umum. Berkepribadian manja dan cenggeng membuat orang tua mengalah dan akhirnya mengijinkan saya untuk tetap bersekolah disekolah umum. Karena mereka yakin apa yang saya pilih baik untuk diri saya sendiri, selama apa yang saya pilih itu dipandang baik oleh kedua orang tua saya. Meskipun sebenarnya orang tua saya tidak mengijinkan saya bersekolah di SMPN 1 BANGIL PASURUAN, karena letak sekolah dan tempat saya tinggal cukup jauh sekitar 10km ditempuh dengan angkutan umum yang ada. Saat SMP juga cita-cita saya berganti ingin menjadi seorang perawat, sudah berbeda dengan SD yang ingin menjadi polisi. Tiga tahun sudah berjalan dan saya sudah mendapatkan ijazah SMP
Pada waktu itu saya ingin beralih mengenyam pendidikan di daerah sidoarjo, yaitu di SMAN 1 Porong tetapi saya tidak diterima dan akhirnya saya diam-diam tanpa sepengetahuan orang tua mendaftarkan diri ke SMAN 4 kota Pasuruan. Alhamdulillah saya diterima. Orang tua sempat kaget tetapi mereka mengijinkan dengan satu pesan kepada saya tidak boleh mengeluh  karena semakin jauh lokasi sekolah dengan tempat tinggal saya. Kelas 10 dan sampai kelas 11 semester 1 saya menempuh perjalanan dengan menggunakan bis. Setiap harinya saya berangkat jam 05.30 dan sampai sana jam 06.30. pada saya duduk dibangku kelas 11 semester 2 saya sudah diijinkan untuk menggunakan sepeda motor. Pada saat SMA  cita-cita saya sudah berganti lagi ingin menjadi guru karena ibu saya yang suka dengan anak-anak tetangga dan setiap harinya banyak anak kecil bermain dirumah membuat saya termotivasi apabila saya menjadi seorang guru dan saya membuka sebuah bimbingan belajar dirumah mungkin bukan hanya tugas saya yang mulia tetapi orang tua saya juga senang melihat rumahnya dipenuhi anak-anak kecil.
Saat saya lulus SMA saya akhirnya menuruti kemauan orang tua saya untuk kuliah di sebuah perguruan tinggi islam, tetapi karena saya juga ingin merubah diri menjadi lebih baik bukan hanya mengenyam pendidikan di sekolah umum saja tetapi ingin juga belajar di sekolah keislaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar